Wednesday, October 12, 2016

Surabaya Street Food: Pecel Ambulance


Kali ini aku mau mengajak kalian semua untuk makan-makan di Pecel Ambulance, Bu Hana.
Pecel Ambulance? Makan pecel di mobil ambulans gitu? Eh, enggak kok!

Akhirnya mengunggah postingan tentang kuliner. Hehe! Jadi, ceritanya malam itu aku dan dua temanku baru saja keluar dari department store di salah satu pusat perbelanjaan kenamaan di Surabaya menjelang tengah malam. Kami keluar dalam barisan pengunjung terakhir dan saat menuju ke tempat parkir motor, suasana pusat perbelanjaan tersebut sudah sepi dan redup.


Sesampainya di tempat parkir, kami memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah. Maklum perut terasa keroncongan setelah lelah mondar-mandir di department store. Rencana awal kita mau cari makan di sekitaran jalan Kedung Doro, Surabaya. Disana banyak sekali penjual makanan yang buka hingga tengah malam.


Tiba-tiba aku teringat dengan satu postingan dari akun Instagram foodie Surabaya tentang Pecel Ambulance. Kami pun memutar haluan menuju jalan Kranggan sesuai arahan dari postingan tersebut. Ternyata tempatnya berada di emperan Pasar Blauran atau seberangnya BG Junction.


Berbeda dari penjual pecel lainnya yang baru buka di pagi hari. Ya, pecel biasanya populer disantap di pagi hari. Di Pecel Ambulance jam bukanya itu menjelang tengah malam. Meskipun begitu, tempat makan satu ini selalu ramai dipadati kaum kelaparan di tengah malam hari. Hehe!


Seperti penjual emperan kebanyakan, Pecel Ambulance tampil dengan suasana yang sederhana. Perbedaan paling mencolok ada di gerobaknya. Terdapat lampu sirene yang umum dipakai mobil ambulans. Mungkin ini sebabnya tempat ini dinamakan Pecel Ambulance.













Kesabaran kita harus diuji ketika mau makan disini. Antreannya itu banyak, orang-orang yang akan membeli mengelilingi gerobak tadi. Penuh! Untung para pembeli disana masih taat aturan, siapa yang datang dulu akan diladeni. Tak main serobot. Syukurlah. Sembari mengantre aku sarankan untuk memilih lauk apa yang akan menemani sepiring pecel kalian nanti. Pilihanyan banyak, banyak banget. Ada paru goreng, empal daging, telor dadar dan masih banyak lagi lainnya yang enggak mungkin disebutkan satu persatu disini.


Kurang lebih 20 menit kami mengantre. Bayangkan selama itu haru menahan perut yang sedari tadi bersenandung ria meminta diberi asupan gizi. Meja kami yang kosong pun terisi dengan tiga piring pecel ditemani es teh. Setiap piring memiliki pasangan soulmate-nya masing-masing. Aku memilih paru goreng, temanku ayam goreng tepung dan satu lagi usus ditambah perkedel.


Dengan lahap kami menghabiskan makanan tersebut sambil sesekali mencicipi lauk satu sama lain. Menurutku ini salah satu pecel terenak yang pernah aku makan. Tekstur rebusan sayurannya pas. Kekentalan saus kacang pecelnya pas, rasanya cenderung manis dan tidak terlalu pedas. Sedangkan untuk lauknya juga enak, cocok berpadu dengan nasi pecelnya. Oh ya, rempeyek sebagai pelengkapnya pun juga enak dan renyah kriuk-kriuk. Entah aku kehabisan kata, selain enak, enak dan enak.


Selain nasi pecel, disini juga menjual nasi campur dan rawon. Untuk minumnya cuma ada teh dan jeruk yang disajikan hangat atau dingin. Harganya relatif sih kalau bilang, setara dengan apa yang kita makan. Enak dan mengenyangkan! Usai makan kami bergegas kembali ke rumah masing-masing. Tempat duduknya dibuat gantian soalnya. Hehe!



PECEL AMBULANCE
Jl. Kranggan No.4, Kec. Sawahan
Kota Surabaya, Jawa Timur 60251
Opening hours: 11.00 PM - 02.00 AM
Average spending for two: IDR 50K

LOCATION MAP