Thursday, June 16, 2016

#ExploreSurabaya — Museum Surabaya


Mengunjungi museum menjadi alternatif baru dalam belajar sejarah. Kita dapat menyaksikan langsung segala sesuatu yang menjadi saksi peradaban masa lampau. Salah satunya dengan berkunjung ke Museum Surabaya yang terletak di Gedung Siola, Surabaya. Surabaya tempo dulu dapat kita lihat disana.






Kesempatan menengok ajang Popcon Surabaya 2016 aku sempatkan untuk singgah sejenak ke museum, toh lokasinya masih satu gedung. Tak ada perbedaan mencolok dari museum ini sejak setahun kemarin. Ini kali kedua aku menyambangi Museum Surabaya. Kali pertama ialah saat museum ini baru saja diresmikan, tepatnya pada tanggal 3 Mei 2015 yang lalu. Dan sudah pernah aku ceritakan di blogku sebelumnya.

Tanpa dipungut bayaran sepeser pun alias gratis, siapa pun dapat mengenal Surabaya lebih jauh disini. Sebelum masuk area museum, setiap pengunjung diharuskan untuk mengisi buku tamu. Di awal pintu masuk kita akan disambut maneken berpakaian khas Surabaya ala Cak dan Ning.

Deretan foto walikota Surabaya terpampang lengkap. Mulai foto walikota pertama A Meyroos (1916) hingga walikota yang sedang menjabat saat ini, Ibu Tri Rismaharani. Akhirnya aku mengetahui siapa saja walikota terdahulu yang pernah menjabat di Surabaya. Selain itu foto-foto lawas Surabaya dan taman kota pun ada.







Koleksi disini terbilang lengkap, sejauh pantauan koleksi tersebut mewakili setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah di Surabaya. Terlihat dari barisan maneken dengan seragam kedinasan dan benda-benda yang dipampang. Terdapat arsip-arsip lama seperti catatan perkawinan dan catatan kematian yang tersimpan rapi di etalase kaca.

Perabot tua peninggalan Balai Pemuda terpajang pula, layaknya meja, kursi, lemari, dan sebuah piano buatan Jerman tahun 1809. Ada pula koleksi kendaraan yang pernah beroperasi di Surabaya. Termasuk angguna, mobil angkutan dengan warna khasnya kuning kusam. Di luar Museum Surabaya, kita dapat melihat lokomotif tua dan mobil pemadam kebakaran yang menjadi saksi bisu peristiwa kebakaran di Siola.

Sayangnya museum ini sepi pengunjung. Informasi penjelas dari benda yang dipajang terasa kurang. Dan penataan koleksinya cenderung monoton. Ya, semoga kedepannya museum ini semakin berbenah.

Museum ini cocok dijadikan jujukan saat liburan tiba. Selamat bekunjung!